Apa Ciri-Ciri Jamur Tiram Yang Sudah Siap Panen?
Jamur tiram yang ditaruh di atas karung setelah panen. (Sumber: azerbaijan_stockers/Freepik)
Dari banyaknya jamur, tiram menjadi salah satu jenis yang aman dikonsumsi dan punya beberapa manfaat, salah satunya menjaga jantung tetap sehat. Dari berbagai khasiatnya itulah, banyak orang yang melakukan budidaya jamur tiram.
Akan tetapi, masih banyak juga orang yang baru terjun dalam membudidaya jamur tersebut. Makanya, kebanyakan dari mereka belum tahu ciri-ciri jamur tiram yang siap panen, padahal ini penting.
Jika tidak tahu seperti apa jamur tiram yang sudah siap dipetik, Anda bisa kehilangan nilai jual jamur yang tinggi. Lantas, apa sajakah ciri-cirinya? Berikut informasinya untuk Anda!
Karakteristik Jamur Tiram
Pahami karakteristik dari jamur tiram terlebih dahulu sebelum kita masuk ke ciri-ciri jamur tiram siap panen. Jamur tiram punya tudung yang membentuk setengah lingkran.
Tudung tersebut serupa dengan cangkang tiram putih atau krem. Jamur ini juga punya batang yang relatif pendek. Dalam pertumbuhannya sering bergerombol dalam satu media baglog jamur.
Walau bergerombol, pertumbuhannya sangat cepat, loh, apalagi ketika suhu dan kelembapan ruangan stabil. Jamur tersebut dapat berada di fase panen dalam 3 hingga 5 hari saja pasca-muncul calon tuh buah (pinhead).
Di Mana Habitat Jamur Tiram?
Jamur tiram dapat tumbuh di kayu lapuk dengan lingkungan yang teduh dan lembap. Itu terbentuk secara alami.
Di sisi lain, dalam budidaya jamur yang modern, habitat ini digantikan dengan media tanam yang dinamakan baglog (media tanam berbahan serbuk kayu yang difermentasikan).
Jamur tiram sendiri bertumbuh secara cepat di lingkungan bersuhu 22 hingga 28°C dan kelembaban 70–90% hingga nantinya menunjukan tanda-tanda saat panen tiba.
Baca Juga: Masih Ragu? Begini Cara Mengetahui baglog jamur Berkualitas
Memahami Ciri-Ciri Jamur Tiram Siap Panen
Ada beberapa tanda jamur tiram yang bisa Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk memanen:
- Pertama: Bagian atas jamur (tudung) telah mekar secara sempurna, tetapi belum begitu lebar. Umumnya, tudung tersebut punya diameter sekitar 5 hingga 10 cm, tergantung varietasnya.
- Kedua: Bagian tepi tudung masih sedikit melengkung ke bawah dan terlihat tebal.
- Ketiga: Warna tiram tampak cerah dan segar, tidak menguning atau kusam.
- Keempat: Teksturnya terasa kenyal saat disentuh, tidak lembek atau terlalu tipis.
- Kelima: Bagian bawah tudung belum banyak mengeluarkan spora berupa serbuk putih yang berjatuhan.
Kalau kelima tanda ini sudah terlihat, berarti jamur tiram berada di waktu panen terbaik. Jangan menunggu sampai tudungnya terlalu membuka ke atas.
Sebab, kualitas dan daya tahannya bisa menurun. Memahami ciri-ciri jamur tiram seperti ini membantu Anda menjaga bobot, tampilan, dan nilai jual tetap maksimal.
Terutama kalau Anda ingin menjual hasil panen akan dalam keadaan segar ke pasar atau mengolah kembali menjadi produk lain. Contohnya, keripik dan abon dari jamur tiram.
Cara Menjaga Jamur Tiram agar Tidak Rusak setelah Panen
Jika sudah dipanen, langkah penting berikutnya adalah menjaga tiram agar tetap utuh. Bagaimana caranya? Berikut caranya.
- Bersihkan: Jika masih ada sisa serbuk yang menempel, segera bersihkan. Akan tetapi, hindari mencuci jamur dengan air terlebih dulu. Sebab, air dapat membuat jamur membusuk lebih cepat. Solusinya, usap-usap hingga bersih.
- Jangan ditumpuk tinggi-tinggi: Simpan jamur dalam keranjang agar tidak terlalu lembab. Ini akan membuatnya memiliki sirkulasi udara yang cukup. Sirkulasi udara sendiri membantu menjaga teksturnya tetap kering dan segar.
- Simpan: Simpan di kulkas dengan suhu sekitar 10–15°C apabila tidak langsung dijual atau diolah. Menyimpannya setelah panen dapat mempertahankan kesegarannya lebih tahan lama.
Baca Juga: Begini Cara Membuat Kompos Dari Limbah Baglog Jamur, Simak!
Berhasil atau tidaknya Anda dalam membudidayakan jamur tidak hanya dilihat dari cara merawatnya. Ketepatan waktu panen juga sangat berdampak.
Dengan memahami ciri-ciri jamur tiram seperti ini, Anda bisa memanennya pada waktu terbaik. Jika waktu panen diperhatikan, tentunya Anda berpotensi memperoleh jamur tiram dengan kualitas, tampilan, dan nilai jual baik.
Mau menanam jamur tiram dengan baglog? Jamur tiram yang ditanam sendiri tidak hanya menghemat pengeluaran (tidak perlu beli di luar) dan juga membantu meningkatkan ekonomi.
Jika berkenan, silakan berkonsultasi kepada Madanitec. Kami akan merekomendasikan alat/mesin yang dapat membantu kebutuhan Anda. Hubungi 081215778768 via WhatsApp. Dapatkan diskon sekaligus produk yang bergaransi!