Ingin Jual Produk Anti Mainstream? Yuk, Coba Briket Arang Kayu
Briket arang kayu merupakan barang yang tidak kalah populer dengan briket kelapa di kalangan pencintanya. Namun, bagi orang yang belum terjun ke dunia briket, tentu saja jenis-jenis tersebut begitu asing.
Briket arang ini berasal dari serbuk kayu yang diiolah melalui banyak proses. Potensinya besar, bahkan bisa tembus ke luar negeri. Ini menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan, terutama bagi pengusaha yang ingin mencoba produk lain.
Pertanyaannya, bagaimana cara membuat produk daur ulang ini? Seperti apa potensi yang dihasilkan? Yuk, kita simak sama-sama artikel berikut ini!
Seberapa Besar Potensi Pemanfaatan Serbuk Kayu Menjadi Briket?
Kalau kita melihat industri mebel di berbagai daerah, ada satu masalah yang menjadi biang kerok, yaitu limbah sisa potongan dan serbuk gergaji.
Kalau dibakar, tentunya akan mengganggu sekitar. Sebab, asapnya yang begitu tebal. Sudah begitu, mencemari lingkungan dan perlahan tumpukan serbuk memenuhi lahan.
Berbicara soal bisnis arang tersebut, konsumen global sekarang ini ini semakin kritis. Tentunya, mereka berani membayar lebih untuk produk yang eco-friendly.
Ketika pembeli dari luar negeri, Eropa, misalnya, mengetahui bahwa bahan bakar untuk pesta barbekyu mereka berasal dari limbah daur ulang, ini dapat menaikkan nilai tawar produk Anda. Ini adalah peluang yang tidak boleh disia-siakan begitu saja!
Keunggulan Briket Arang Kayu Serbuk Dibandingkan Arang Tradisional
Arang tradisional dan briket sama-sama terbuat dari kayu. Bedanya, briket bisa dibuat dari kayu padat yang digiling hingga halus, dan juga masih banyak perbedaannya.
Pada kenyataannya, bioarang cetakan ini memiliki spesifikasi teknis yang jauh mengungguli arang biasa.
Inilah alasan mengapa banyak orang perlahan meninggalkan arang kayu biasa dan beralih ke produk cetak.
1. Bisa Dipakai Lebih Lama
Salah satu sebab arang biasa cepat habis saat dibakar adalah bentuk kayunya yang tidak beraturan. Ini sangat berbeda dengan briket. Material tersebut diproses dengan press briket sehingga kepadatannya maksimal.
2. Tidak Bau dan Berasap
Jika arang biasa memiliki bau yang tidak sedap dan asap yang tebal, ini berbeda dengan briket. Bahan bakar padat tersebut tidak akan menghasilkan asap yang dapat menyakiti mata.
Hal ini karena briket arang kayu sudah dikeringkan dengan proses yang ekstrem dan karbonisasi sempurna, yang mana zat penyebab asapnya sudah hilang sejak di pabrik.
Baca Juga: Jangan Sepelekan, Inilah Manfaat Serbuk Kayu Yang Perlu Diketahui
3. Distribusi Suhu Panas yang Konsisten
Apakah Anda pernah membakar sate, tetapi sebagian daging gosong dan sebagian lainnya mentah? Nah, itu disebabkan panas arang yang tidak merata.
Bioarang ini didesain memiliki ukuran dan kepadatan yang seragam. Hasilnya, distribusi panasnya sangat stabil.
4. Aman dari Percikan Api
Kandungan air di dalam produk olahan ini ditekan hingga di bawah 8%. Alhasil, ketika dibakar, permukaannya akan menyala dengan tenang tanpa letupan yang sering kali membahayakan orang lain.
Bahan Baku dan Jenis Kayu Penentu Kualitas Briket
- Kayu lunak: Serbuk yang mencakup kayu pinus, sengon, atau albasia. Kalori dari kayu-kayu ini tidak setinggi kayu keras, cocok untuk pasar lokal yang biasanya mengejar harga ekonomis.
- Kayu keras: Ini mencakup kayu jati, mahoni, atau bengkirai. Serbuk dari kayu keras akan menghasilkan arang dengan durasi nyala paling awet. Ini biasanya masuk ke dalam grade ekspor premium.
Bagaimana Cara Membuat Briket Arang Kayu?
Kayu bisa disulap jadi briket padat yang siap dipakai melalui berbagai tahapan. Berikut adalah tahapan produksi briket arang kayu.
1. Menggiling Tumpukan Kayu
Jika bahan baku yang Anda miliki adalah ranting, dahan, atau potongan palet bekas, tentu Anda tidak bisa langsung mengolahnya.
Bagaimana cara supaya kayu jadi halus? Anda bisa memanfaatkan wood sawdust crusher kapasitas 1 ton.
Mesin ini akan melibas kayu-kayu keras tersebut hingga menjadi serbuk gergaji kasar. Dengan fitur mesin tersebut, tingkat kehalusan bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Oh iya, jangan lupa untuk menyesuaikan ukuran bahan, ya, demi melancarkan proses pembuatan dan juga hasilnya.
2. Karbonisasi
Cara membuat briket dari serbuk kayu yang berikutnya adalah karbonisasi. Serbuk gergaji tadi dimasukkan ke dalam tungku kedap udara.
Proses pembakarannya sangat minim oksigen dengan suhu berkisar antara 400 hingga 600 derajat Celcius.
Tujuannya adalah membuang getah, air, dan zat terbang (volatile matter), sehingga yang tersisa hanyalah karbon murni berwarna hitam legam.
3. Penepungan Ulang
Jika kayu sudah jadi arang, harap didiamkan terlebih dahulu. Setelah itu, giling material tersebut dengan mesin yang disebut disk mill.
Giling hingga benar-benar halus. Jika Anda membuatnya menjadi tepung halus, hasilnya semakin mulus dan padat sewaktu dicetak.
Baca Juga: Bukan Asal Pilih, yuk, Kenali Jenis Kayu Untuk Arang Briket!
4. Proses Mengaduk Adonan
Tepung arang yang kering butuh perekat alami agar bisa dibentuk. Produsen umumnya menggunakan tepung tapioka atau kanji yang dimasak dengan air panas hingga menjadi seperti pasta kental.
Rasio perekat ini umumnya berkisar di angka 3% hingga 5% dari total berat arang. Lalu, adonan diaduk rata menggunakan mesin mixer hingga kalis.
5. Cetak Briket
Adonan hitam pekat ini dimasukkan ke dalam mesin cetak. Caranya dengan menekan adonan dengan sekuat tenaga (jika menggunakan alat manual) atau menekan tombol on/off dengan mesin).
6. Tahap Pengeringan
Jangan langsung kemas briket arang kayu setelah dicetak karena biasanya masih dalam kondisi lembap. Apabila hal tersebut dilakukan, produk akan berjamur.
Untuk menjamin suplai ekspor yang tidak bergantung pada cuaca, pabrik wajib memiliki ruangan oven. Lakukan pengeringan hingga kadar airnya benar-benar turun di bawah 8%.
Apa Saja Peluang Bisnis dan Target Pasar Briket Arang Kayu?
1. Penetrasi Pasar B2B Lokal
Edukasi pasar rumahan terlalu sulit karena masyarakat sudah ketergantungan dengan kompor gas. Targetkan bisnis kesehatan, rumah makan, dan kedai.
Lakukan promosi secara langsung (door-to-door) ke restoran, seperti restoran Jepang dan steak. Anda bisa mencoba memberikan sampel gratis guna mendapatkan kepercayaan langsung dari pelanggan.
2. Pasar Global (Ekspor)
Daya tarik utama komoditas ini ada di luar negeri. Ada dua segmen raksasa yang selalu mencari penyuplai, yakni segmen barbekyu dan pemanas ruangan.
Tradisi memanggang daging di halaman belakang rumah saat musim panas membuat permintaan briket kayu keras berbentuk heksagonal atau bongkahan sangat tinggi.
Sementara itu, ada negara-negara yang membutuhkan penghangat saat musim dingin, seperti Jepang dan Korea Selatan. Briket arang kayu bisa dimanfaatkan karena irit dan aman.
Tantangan Bisnis Ekspor Briket dan Solusinya
Perhatikan, sebelum Anda memulai bisnis ekspor briket, pahami dahulu mitigasi risiko dari bisnis produk ini. Hal yang harus diketahui, musuh terbesar dari orang yang berjualan briket adalah kelembapan udara.
Maka itu, kemas briket dengan plastik yang kedap udara. Tantangan lainnya adalah konsistensi ukuran sisa kayu.
Pastikan Anda memiliki relasi kerja sama dengan beberapa pabrik mebel atau penggergajian sekaligus. Jangan bergantung pada satu supplier serbuk gergaji saja.
Itulah informasi mengenai briket arang kayu! Pada akhirnya, bisnis bahan bakar alternatif ini adalah pembuktian nyata bahwa apa yang dianggap limbah oleh satu industri bisa menjadi harta karun bagi industri lainnya.
Jika Anda tertarik membuat olahan ini, Madanitec dapat membantu menyediakan mesin-mesin briket. Bagaimana caranya? Konsultasikan kebutuhan Anda sekarang juga.
Hubungi kami melalui nomor 081215778768 (WA) agar Anda mendapatkan rekomendasi mesin yang sesuai dan juga penawaran harga spesial. Yuk, hubungi kami untuk memaksimalkan usaha Anda!
