Cara Menghilangkan Bau Kotoran Ayam Sebelum Diolah Jadi Pupuk
(Sumber: klimkin/Pixabay)
Ada yang bertanya, “Bagaimana cara menghilangkan bau kotoran ayam?”, kohe ayam memiliki aroma yang khas–mengganggu penciuman manusia. Ini penting untuk dibahas karena dapat membantu kita sebelum mengolahnya jadi pupuk hewani.
Dalam artikel ini, kita akan fokus pada cara menetralisir bau kohe ayam. Seperti apa pembahasannya? Tanpa berlama-lama, ini dia informasinya!
Penyebab Bau pada Kotoran Ayam
Sebelum masuk ke panduan dalam menghilangkan bau kotoran ayam, penulis akan membahas topik yang satu ini.
Anda harus tahu bahwa kotoran unggas mengandung nitrogen dan berbagai senyawa organik.
Bahan organik akan mengurai pada saat menumpuk dalam kondisi terlalu basah dan minim udara. Proses tersebut akan menghasilkan gas berbau tidak sedap.
Ada salah satu senyawa yang sering menjadi penyebabnya, yakni ammonia. Selain itu, terdapat beberapa hal berikut juga dapat memperparah bau, di antaranya adalah sebagai berikut:
- Terdapat kandungan air yang berlebihan, membuat pori-pori bahan tertutup sehingga sirkulasi udara berkurang.
- Kohe ayam yang dibiarkan menumpuk tanpa pengelolaan.
- Kotoran yang tidak dicampur bahan penyerap.
- Lokasi yang sangat tertutup dan tidak punya saluran pembuangan.
Baca Juga: Cara Mengubah Kotoran Ayam Menjadi Pupuk Organik
Tips Menghilangkan Bau Kotoran Ayam

Barusan kita sudah mengetahui penyebab kotoran ayam berbau busuk. Sekarang, kita masuk ke penanganannya.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi bau menyengat pada kohe ayam sebelum masuk ke proses pembuatan pupuk.
1. Campur Sekam padi atau Sawdust
Salah satu cara menghilangkan bau kotoran ayam adalah mencampurnya dengan sekam padi, sawdust, jerami, atau daun kering.
Bahan-bahan di atas akan menyerap kandungan air pada kotoran sekaligus memberi rongga udara pada bahan yang dicampur.
Penambahan bahan kering dilakukan secara bertahap saja sembari diaduk hingga semua tercampur secara merata.
Kalau kohe masih mengeluarkan banyak air, tambahkan sekam atau bahan penyerap lainnya. Tengok secara berkala hingga kandungannya benar-benar hilang.
2. Atur Kelembapan Kotoran Ayam
Kalau mau buat kompos, atur kelembapan kohe. Bahan campuran yang digunakan umumnya dijaga sekitar 50–60%.
Saat memeriksa, coba ambil segenggam bahan lalu genggam menggunakan sarung tangan. Bahan yang lembap, tetapi tidak mengeluarkan tetesan air, berarti kondisinya cukup baik.
Kebalikannya, jika air keluar ketika digenggam, tambahkan bahan kering agar kelembapannya berkurang.
Pengaturan air seperti ini membantu mengurangi bau sekaligus menjaga mikroorganisme pengurai tetap aktif.
3. Lakukan Penguraian dengan Sirkulasi Udara yang Baik
Langkah dalam mengurangi bau kotoran ayam berikutnya adalah mengurai bahan organik. Penguraian menjadi salah satu tahapan penting dalam menetralisir bau kohe ayam.
Proses ini memanfaatkan bakteri yang dapat menguraikan sampah organik. Bagaimana, sih, caranya? Pertama, kumpulkan campuran kotoran ayam dan bahan tambahan di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik.
Jangan membuat tumpukan terlalu padat karena dapat menghambat masuknya oksigen ke bagian dalam.
Lakukan pembalikan secara berkala agar udara bisa menjangkau seluruh bagian tumpukan. Langkah ini juga membantu meratakan suhu dan kelembapan selama proses penguraian.
Selama penguraian berlangsung, jika suhu tumpukan meningkat, jangan panik. Hal tersebut memang bagian dari proses. Hal tersebut disebabkan oleh aktivitas bakteri.
Setelah bahan mulai matang, suhunya akan berangsur turun. Jangan langsung menggunakan hasilnya hanya karena aromanya sudah berkurang. Pastikan kompos sudah stabil sebelum diberikan pada tanaman.
4. Gunakan Em4
Tak hanya mencampur bahan kering dan mengatur suhunya, kita juga perlu memakai Em4 (aktivator) agar proses penguraian berlangsung lebih cepat.
Cara pakai EM4 ini; larutkan produk, kemudian semprotkan secara merata ke kotoran yang sudah dicampur bahan-bahan kering.
Pastikan larutan tidak diberikan secara berlebihan. Penggunaan aktivator saja tidak cukup untuk mengurangi bau apabila campuran masih terlalu basah atau kekurangan oksigen.
Makanya, perhatikan kondisi bahan dan lakukan pembalikan secara berkala agar proses pengomposan berjalan dengan baik.
5. Simpan di Tempat yang Memiliki Ventilasi Baik
Cara menghilangkan bau kotoran ayam yang kelima, simpan di tempat yang punya ventilasi baik. Gunakan tempat pengolahan dengan lantai kedap air dan saluran penampungan air lindi.
Area tersebut sebaiknya memiliki ventilasi yang cukup agar udara dapat bergerak dengan baik. Jangan menutup tumpukan terlalu rapat karena dapat menciptakan kondisi minim oksigen.
Selain membantu mengurangi gangguan bau, tempat penyimpanan yang tertata juga memudahkan pencampuran dan pengangkutan bahan ketika akan diolah menjadi pupuk.
Baca Juga: Kotoran Kambing Bisa Diolah Jadi Apa? Yuk, Simak!
6. Pastikan Kompos Sudah Matang Sebelum Digunakan
Periksa kembali kondisi kotoran ayam. Bahan yang sudah tidak terlalu berbau belum tentu matang sepenuhnya.
Jika warnanya berubah jadi cokelat tua, tekstur remahnya tidak serupa dengan kotoran baru, tandanya kompos sudah jadi.
Jika masih terasa panas atau mengeluarkan aroma menyengat, lanjutkan proses pengomposan. Berikan waktu tambahan sampai bahan benar-benar stabil.
Menghilangkan bau kotoran ayam sebelum diolah menjadi pupuk membutuhkan penanganan yang tepat sejak awal.
Anda bisa mulai dengan mencampurkan kohe menggunakan sekam padi atau bahan organik kering, mengatur kelembapan, serta melakukan pembalikan secara berkala.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, bau menyengat dari kotoran ayam dapat dikurangi secara bertahap.
Ingin membuat pupuk dari kotoran hewan dan/atau sampah organik? Madanitec menyediakan alat dan juga mesin yang dapat dimanfaatkan.
Contohnya, drum komposter, aktivator, hingga pencacah kohe. Tersedia dalam berbagai spesifikasi. Kalau bingung mau pilih yang mana, segera berkonsultasi dengan kami melalui 081215778768.
