Perbedaan Pupuk Kandang Sapi, Kambing, Dan Ayam, Mana Yang Terbaik?
Ilustrasi pupuk padat yang terbuat dari kotoran hewan. (Sumbe: Emphyrio/Pixabay)
Pupuk kandang (pukan) adalah pupuk organik yang berasal dari proses akhir pembuangan (kotoran) dari hewan-hewan, seperti sapi, kambing, dan ayam. Pupuk tersebut dipakai untuk menambah hara dan memperbaiki tanah, baik sifat fisik maupun biologis.
Sebenarnya, pupuk yang berasal dari kotoran hewan-hewan peliharaan tersebut tidak hanya feses saja, tetapi juga urinnya. Makanya ada model pukan yang cair. Itu karena berasal dari urin hewan ternak.
Dari ketiga hewan, kotorannya bisa menghasilkan produk penyubur tanah. Namun, ada perbedaan yang signifikan di antara ketiganya. Lantas, apa sajakah itu? Mari, kita telusuri pembahasan ini. Silakan baca hingga tuntas.
Mengapa Pupuk Kandang Penting bagi Tanaman?
Selain kompos yang terbuat dari baglog, ada juga pupuk kandang yang memiliki khasiat yang sangat banyak dan baik untuk berbagai macam tanaman. Berikut manfaat-manfaat yang dirasakan tanaman:
- Sumber nutrisi: Pupuk dari kotoran hewan mengandung unsur hara. Unsur ini sangat diperlukan tanaman supaya tumbuh dengan baik. Adapun unsur-unsurnya; nitrogen, fosfor, dan kalium. Unsur-unsur tersebut membantu menyegarkan daun, mengembangkan akar, dan membuat pertumbuhan tanaman lebih maksimal.
- Tanah menjadi subur: Sangat membantu dalam memberikan nutrisi yang dapat menyuburkan tanah. Kandungan bahan organik di dalamnya membuat tanah merasa lebih baik karena jadi memiliki cadangan nutrisi untuk tanaman.
- Struktur tanah terbangun: Pakan alami ini sangat membantu menggemburkan kondisi tanah dan membuatnya tidak padat. Akar tanaman yang ditanam pun lebih mudah tumbuh. Selain itu juga, sirkulasi udara di dalam tanah menjadi lebih baik.
- Menekan pertumbuhan rumput liar: Tanaman menjadi sehat dan kuat. Jika fermentasinya benar, pupuk ini dapat menghalau pertumbuhan rumput liar (biji gulma). Dengan begitu, lahan Anda menjadi lebih mudah dirawat.
- Tanaman terhindar dari risiko penyakit: Pupuk ini punya mikroorganisme yang menjaga keseimbangan tanah. Hasilnya, tanaman jadi lebih kuat menghadapi gangguan penyakit maupun serangan hama tertentu.
Baca Juga: Kotoran kambing Bisa Diolah Jadi Apa? Yuk, Simak!
Kandungan Pupuk Kandang secara Umum
Inilah beberapa kandungan yang dimiliki pupuk organik dari olahan kohe (kotoran hewan):
1. Nitrogen
Zat ini sangat membantu daun dan batang untuk tumbuh dengan baik. Daunnya menjadi lebih hijau, batangnya menjadi lebih subur.
Kandungan ini penting untuk masa awal pertumbuhan tanaman. Sebab, berpengaruh pada proses membentuknya bagian hijau tanaman.
2. Fosfor
Zat fosfor pada pupuk berguna untuk perkembangan akar dan mendukung pembentukan bunga maupun buah. Unsur ini juga membantu pertumbuhan tanaman supaya lebih dan tidak gampang layu.
3. Kalium
Cuaca sering berubah. Tumbuhan pun tidak lepas dari penyakit. Maka dari itu, inilah peran kalium pada pupuk. Kalium membantu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap perubahan cuaca dan penyakit. Kalium juga mendukung kualitas hasil panen agar lebih baik.
4. Magnesium
Magnesium dapat membantu tanaman dalam berfotosintesis. Maka dari itu, magnesium diperlukan dalam pembentukan klorofil atau zat hijau daun.
5. Mikroorganisme Positif
Pupuk kandang juga ada mikroorganisme yang membantu proses penguraian bahan organik di tanah. Kehadiran mikroorganisme ini membuat kondisi tanah lebih sehat untuk pertumbuhan tanaman.
Baca Juga: Mesin Granulator Untuk Menaikkan Harga Jual pupuk
Perbedaan Pupuk Kandang Sapi, Kambing, dan Ayam
1. Kandungan Unsur Hara
Pupuk kandang dari kotoran kambing punya kalium yang cukup tinggi. Ini baik untuk membantu pertumbuhan batang dan buah pada tanaman.
Sementara itu, kotoran sapi punya lebih banyak bahan organik dan serat yang membantu memperbaiki kondisi tanah.
Di sisi lain, pupuk kohe ayam umumnya memiliki kandungan nitrogen dan fosfor yang lebih besar. Inilah alasan mengapa sebagian orang menggunakannya pada sayuran.
2. Dekomposisi
Perbedaan kedua terletak pada dekomposisi (penguraian). Kotoran ayam cenderung lebih cepat terurai sehingga zat haranya lebih cepat tersedia untuk tumbuhan yang ditanam.
Kotoran kambing membutuhkan waktu yang terbilang sedang untuk penguraiannya karena bentuknya berupa butiran yang cukup padat.
Adapun pupuk dari sapi biasanya paling lama. Mengapa bisa seperti itu? Karena, ya, kandungan serat dan kadar airnya cukup tinggi.
3. Tekstur
Kotoran sapi memiliki tekstur yang lembek dan berserat karena kadar airnya tinggi. Pupuk ayam cenderung lebih halus karena biasanya bercampur sekam atau sisa pakan ternak.
Sementara itu, kotoran kambing berbentuk bulat kecil atau butiran sehingga terasa lebih keras dan tidak mudah hancur.
4. Kadar Air
Berbicara mengenai kadar air, perbedaan ini sangat terasa. Kotoran sapi mempunyai kadar air paling tinggi. Hal ini membuat kondisinya lebih basah.
Jika mencari yang kadar airnya sedang, tidak terlalu lembek, pupuk kambing adalah jawabannya. Sementara itu, pupuk kohe ayam biasanya lebih kering karena bercampur sekam kandang.
5. Proses Pengomposan
Pupuk kohe ayam relatif lebih cepat matang pada saat difermentasi sehingga proses mengompos tidak terlalu lama.
Kedua, kotoran sapi membutuhkan waktu lebih panjang karena kandungan air dan seratnya tinggi. Ketiga, kohe kambing perlu fermentasi. Tujuannya membuat butirannya lebih mudah hancur dan rasio C/N menjadi lebih rendah.
6. Efek terhadap Tanah
Perbandingan berikutnya adalah efek atau dampak terhadap tanah lahan. Pupuk kandang dari kohe sapi sangat baik untuk menggemburkan tanah. Sebabnya adalah kandungan bahan organik dari pupuk kohe sapi terbilang tinggi.
Berikutnya ada kotoran kambing yang membantu menjaga unsur hara dalam tanah lebih lama karena diuraikan secara bertahap.
Adapun pupuk ayam dapat memberikan efek cepat pada pertumbuhan tanaman karena nutrisinya lebih gampang diserap.
7. Risiko Pemakaian Langsung
Kohe ayam yang dipakai langsung berisiko membuat tanaman terlalu panas karena kandungan haranya cukup tinggi.
Pupuk sapi yang belum matang punya efek samping yakni menghambat pertumbuhan tanaman karena proses penguraiannya masih berlangsung.
Sementara itu, kotoran kambing yang belum difermentasi biasanya masih keras sehingga unsur haranya belum mudah diserap tanaman.
Demikian pembahasan mengenai perbedaan pupuk kandang antara sapi, kambing, dan ayam, juga pembahasan penting lainnya. Soal mana yang terbaik, itu kembali ke pilihan masing-masing, ya.
Anda mau buat pupuk untuk pribadi atau usaha dengan hasil maksimal? Madanitec siap membantu kapan saja! Kami berpengalaman lebih dari 16 tahun, menyediakan alat/mesin berkualitas.
Konsultasikan kebutuhan mesin Anda kepada kami melalui 081215778768 (WhatsApp). Kami akan merekomendasikan mesin yang sesuai untuk Anda.
